Puisi Siswa


KEMATIAN BAYANG HITAM
Oleh Muhammad Qeis Abdurrahman


Saat meninggi batang usia
Saat aku menuju dewasa
Ingin kulihat diriku yang sebenarnya

Wahai penguasa alam…
Siapa diriku?
Di mana harus kuraih dan kudapat jati diriku

1 Ramadhn 1432 Hijriah
Aku  merasakan sentuhan terindah
Yang membelai sekujur raga
Meniup, hantarkan sepoi lembut
Dalam indah buaian

Wahai Yang Maha Kuasa
Apa yang Kau tambah di hari ini
Hingga alam seindah taman impian

Saat kuambil tombak putih
Bayangan hitam melolong di hadapanku
Pancaran keji terlukis di mata
Tiada bimbang kutancap tombak
Hingga ia terkulai biasa

Hari ini…
Mati sudah bayangan keji
Saat kuangkat tombak berpanji
Dapatlah sudah jati diriku

Di depan mata
Tersebar kebun dan anggur
Sosok jelita bidadari-bidadari
Gelas penuh berisi minuman

Wahai cinta …
Engkaulah rasa di sanubari terdalam
Yang mengalir bersama darahku
Membawa harum bunga sakura

Wahai rasa di sanubari terdalam
Betapa dekat hati ini dengan suarga
Saat kematian bayangan hitam
Dekaplah hari-hari suci ini

BULAN YANG DITUNGGU-TUNGGU
Oleh Abdullah Azzam


Sekian lama aku menunggumu
Aku selalu siap menunggumu
Setiap waktu, ku selalu memikirkanmu
Hingga aku datang padaku
                Wahai bulan yang penuh berkah
                Andaikan kau selalu ada untukku
Wahai Tuhanku Yang Maha Pengasih
Selalu aku bersujud di bulan yang kutunggu
Wahai bulan yang kutunggu-tunggu
Kaulah bulan yang paling indah
Wahai bulan yang paling kutunggu-tunggu
Semoga kita bisa bertemu lagi


KETEGARAN SEORANG YATIM
Zulfikar Kamal R.


Dia berjalan tanpa tahu arah melangkah…
Meskipun dirinya lemah dan rapuh
Dia hidup tanpa panutan sang ayah
Tapi dia jalani tanpa pernah mengeluh
                Dia bekerja mencari nafkah
                Tanpa bantuan seorang ayah
                Tapi dia tetap bekerja tanpa lelah
                Demi mendapatkan masa depan nan indah
Meski kadang makanan tak didapat
Tapi tetap berusaha kuat
Lapar dan dahaga ditahannya
Untuk berusaha menjalani hidupnya
                Kini kita bisa merasakannya
                Walaupun hanya sebagia kecil penderitaannya
                Menahan lapar dan dahaga hingga waktunya
                Di bulan Ramadan yang kaya rahmat-Nya
Kini kita harus sabar
Atas segala cobaan dan rintangan
Dan kita harus tabah
Layaknya mereka sang anak yatim
                Kini kita harus peduli
                Membantu mereka yang kesusahan
Agar mereka tetap bertahan
Dari kejamnya kehidupan …





AYAH TIADA AYAH
Alif Budi Al Faiz


Dulu…
Engkau begitu merasakan indahnya
Bersama ayah
Tapi … kini telah tiada

Engkau bisa hidup tanpanya
Engkau bisa bertahan di antara orang-orang
Yang juga tak berayah
Dengan penuh keikhlasan

Kau bisa menghadapi rintangan hidup
Dengan segenap tenaga
Tanpa kekasih
Ayah tercinta

Di bulan Ramadan ini
Engkau selalu memanjatkan doa
Di setiap saatnya
Agar diberkahi jasadnya

Di bulan penuh berkah ini
Kau tidak pernah mengeluh
Walau nafkahmu tak mencukupi
Kau tetap akan berarti

Di bulan ampunan dosa ini
Kau beribadah di setiap saatnya
Agar semua keluarga besarmu
Hidup bahagia di surga sana
Di bulan keemasan ini
Kita mendapati hikmahnya
Dengan berpuasa
Agar merasakan penderitaanya

BERKAH RAMADAN
Oleh Muhammad Ghozi

Seperti air mancur dari sumur
Yang mati menjadi hidup
Kedatangan bulan yang dinanti
Mengubah gelap menjadi terang

Ramadhan membawa banyak keberkahan
Banyak pahala penuh berkah
Bahagianya anak-anak yatim
Mendapat santunan di bulan suci

Yang membuat kita semangat
Ramadhan membuat kita berzakat
Zakat untuk anak yatim
Yang menunggu datangnya hari itu

Oh, Ramadan
Mengapa engkau hanya datang
Setahun satu kali
Kita menunggu kedatanganmu lagi

Kita tak punya banyak pahala
Engkau mengubahnya menjadi banyak
Kita awalnya pelit sekali
Berubah menjadi orang dermawan

Menyucikan hati kita semua
Membuat kita jadi sabar
Aku sangat menantikan kehadiran
Bulan penuh berkah… Ramadan.

DI SAAT KEINDAHAN TURUN
Oleh Adli Nur Rahman


Tetes-tetes air kunanti
Purnama-purnama kuarungi
Hilangnya cinta ayah pun kulalui
Bak gasing yang sedang berputar

Keindahannya…
Indah merona bagai bunga sakura
Keelokannya…
Bagai matahari tidur di ufuk barat
Kesejukannya…
Bagai oase di gurun sahara

Ramadan…!!
Teruntai turun menyapa hamba yatimnya
Bertakhta malam qadar yang agung
Dengan gumpalan pahala Maha Sempurna

Cinta ayah …
Tercurahkannya dalam lubuk hati
Rindunya…
Tertumpahkannya saat keindahan turun

Ramadan…
Walau kulalui tanpa cinta ayah
Namun kan selalu kukenang hingga akhir hayat




PENANTIANKU
Oleh Adli Nur Rahman


Engkau pelita hidupku
Engkau tambatan hatiku
Yang ‘kan hamba lalui tanpa cinta ayah
Yang sudah berada di naungan-Nya

Walau kulalui tanpa cinta ayah
Namun ku masih memiliki cinta
Cinta yang indah
Tapi cinta yang tak dapat berdiri tegak

Kesabaranku…
Penantianku…
Tak bisa diuraikan dalam kata-kata

Walau hanya dengan sesuap nasi
Hanya dengan seteguk air
Tapi ku harus mengeluarkan ribuan tetes keringat

Dengan rindu, kusambut keindahan penuh berkah
Dengan cinta, kutambatkan kepada-Nya
Dengan hati bersih nan tulus kan kulalui

Ramadan…!
Penantian yang terlunaskan
Yang kan selalu terpatri dalam kalbu

RAMADANKU
Oleh Ziyadatulkhair M. Faruqi



Marhaban Ya Ramadan
Telah lama aku menantimu
Walaupun diriku seorang yatim
Tapi aku tetap tegar menjalaninya
                Oh … Bulan yang suci
                Bulan yang penuh rahmat dan berkah
                Aku memang seorang anak yatim
                Hidupku selalu tidak berkecukupan
Telah lama ayahku pergi
Pergi meninggalkanku sejak kecil
Dari kecil aku sudah menjadi anak yatim
Tetapi aku tidak hanya meratapi nasib
                Aku tidak akan menyerah
                Aku bertekad akan mengubah nasib
                Nasib yang kelam menjadi nasib yang indah
                Aku akan mengubahnya dengan sekuat tenaga
Bulan Ramadan ini
Aku akan berdoa untuk ayahku
Keluargaku agar masuk surga 
Serta untuk kelangsungan hidupku
                Kini aku bersyukur
                Di bulan Ramadan ini
                Banyak orang yang mengulurkan tangan
                Dan juga belas kasihnya
Untuk orang-orang sepertiku
Membagi-bagikan makanan, minuman
Dan pakaian yang bagus…
Terima kasih Tuhan…
                Dan sekarang aku telah berubah
                Berubah menuju masa depan
                Masa depan yang cemerlang
                Yang sukses dan kreatif
Maka aku akan menjadi seorang yang sukses
Sukses di dunia aku akan menjadi orang hebat
Di akhirat aku akan masuk surga…

KENANGAN MEREKA DI BULAN RAMADAN
Oleh Abdurrahman W.S.

Aroma masakannya
Membangunkanku dari tidurku
Sebuah kenangan sederhana
Yang tak bisa kulupakan
                Dinginnya hawa fajar
                Tak terasa jikalau kau ada di sisiku
                Sholat subuh itu terkenang di hatiku
                Terasa sangat istimewa saat itu
Lantunan ayat Quran
Bacaan dzikir
Yang mereka ajarkan padaku
Seakan masih berdengung di telingaku
                Bedug mulai bergemuruh
                Kau siapkan terspesial  di hadapanku
                Berbagai makanan ringan siap masuk  ke dalam perutku
                Seakan kenangan itu masih terekam dalam memoriku
Namun… itu semua hanya mimpi
Mimpi yang sempat terjadi di masa lalu
Di tempat semua kenangan itu dirangkai
Sungguh tidak bisa terlupakan oleh waktu
                Walau hanya kenangan
                Walau mereka tak bisa mendampingiku lagi
                Walau diri mereka tak dapat dikembalikan lagi
                Aku harus tegar
                Aku harus bisa melanjutkan rintangan hidupku
                Terlebih ini bulan Ramadan
                Bulan yang paling terkenang di hatiku
               
               
DOAKU DI MALAM 1000 BULAN
Oleh Abdurrahman W.S.

Kumulai rakaat salatku
Kuberusaha khusyu di salat ini
Salam itu mengakhiri rakaat salatku
Lantunan dzikir melantun di dalam lisanku
                Kucoba huruf per huruf
                Ayat demi ayat Al Quran
                Kucoba baca sebaik mungkin
                Kuharapkan kebaikan di tiap hurufnya
Malam mulia ini
Malam 1000 bulan ini
Malam yang sejahtera ini
Harus dimanfaatkan sebaik mungkin
                Doaku kupanjatkan untukmu
                Dengan tangan di tengadahkan
                Berbagai harapan dan mimpi kuhantarkan
                Agar dkabulkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa
Namun
Malam  ini terasa berbeda
Tanpa kehadirannya
Yang tak mungkin hadir di sisiku
                Ya Allah…
Tolong berikanlah aku kemuliaan di mala mini
Tolong berikanlah kemuliaan kepada mereka  di malam
Kedua orang tuaku yang terbaring di dalam tanah
Ya Allah …
Terimalah ruh suci mereka
Sayangi mereka
Sebagaimana sayang mereka padaku
Ketika kecil
SENANDUNG RAMADAN
Oleh Muhammad Fikri



Aroma hidangannya
Membuka mataku dari lelapku
Sebuah kenangan istimewa
Yang tidak bisa kuucapkan
                Dinginnya hawa fajar
                Tak terbayang, kau berada di sisiku
                Salat subuh itu terlukis di hatiku
                Membawaku diawasi ombak pantai
Lantunan ayat Al Quran
Bacaan dzikir
Yang kau ajarkan padaku
Masih kuingat dalam memoriku
                Bedug mulai bertalu-talu
                Seakan menandakan panggilan Allah kan datang
Dan aku  siapkan air dan kue untuk kami santap
Seakan masih teringat di hayalanku
Tapi… itu hanyalah mimpi manisku
Mimpi yang ingin kulakukan kembali bersamanya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar