URGENSI MEMBACA CEPAT
DAN CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT
Oleh Aan Kartini, S.Pd.
Pendahuluan
Pada abad informasi dan komunikasi
yang serba cepat ini manusia dituntut
memiliki kemahiran membaca yang layak yakni pembaca yang efektif dan efesien.
Hal tersebut perlu dimiliki agar pembaca dapat mengikuti laju perkembangan
zaman. Yang menjadi salah satu alasannya
karena arus penyebaran informasi dewasa ini, baik di media cetak maupun di
media elektronik, seperti lewat jaringan
internet, begitu pesat dan berjalan hampir tiada henti. Akibatnya, apabila
seorang yang profesional tidak memiliki kemahiran membaca yang layak, ia akan
ketinggalan zaman.
Mengenai dampak cepatnya arus informasi ini, Alvin Toffler, salah
seorang futuris (ahli masa depan) kondang abad ini dalam
Harras (1999: 3.1), mengatakan bahwa pada era informasi dan komunikasi seperti
sekarang ini batas antara hari ini dengan hari kemarin itu begitu tipis sekali.
Secata tamsil, Toffler mengatakan kebenaran pada hari kemarin, tiba-tiba saja
boleh jadi akan berubah fiksi pada hari ini. Semua itu terjadi diakibatkan
banjirnya informasi yang sangat membludak.
Manfaat Membaca cepat
Melihat fenomena di atas, tidak salah apabila setiap insan berusaha untuk
mempunyai kemampuan efektif membaca yang tinggi. Sehingga orang tersebut bisa merasakan manfaat
dari kemampuan membaca cepat yang dimilikinya. Manfaat membaca cepat seperti yang dikutip
Santoso dalam Aniatul Hidayah sangatlah beragam. Beberapa manfaat membaca cepat
diantaranya:
1.
Dengan membaca kita dapat menangkap, menyerap
dan menguasai informasi dengan cepat.
2.
Membaca cepat dapat meningkatkan kemampuan
pemahaman kita terhadap bacaan.
3.
Menelusuri halaman buku atau bahan bacaan dalam
waktu singkat.
4.
Tidak banyak waktu yang terbuang karena kita
tidak perlu memperhatikan atau membaca bagian-bagian yang tidak penting dalam
suatu bacaan.
Tokoh Inspiratif yang Mempunyai Kemampuan
MEmbaca Cepat
Banyak tokoh
inspiratif yang sukses karena membaca. Aniatul Hidayah mengatakan, Tokoh
tersebut diantaranya:
1.
Theodore Roosevelt. Ia sangat suka membaca dan
terus gemar membaca sepanjang hidupnya. Ia hanya tidur 4 atau 5 jam semalam. Ia
akan duduk membaca atu bekerja saat keluarganya tidur. Karena membaca, Theodore
bisa menjadi orang sukses. Ia juga termasuk salah satu orang terkenal di dunia
yang bisa membaca cepat.
2.
John F. Kennedy memiliki kemampuan membaca yang
mengagumkan. Ia dapat membaca dengan kecepatan sekitar 2.500 kpm (kata per menit). Hal ini merupakan prestasi yang
luar biasa. Karena pada umumnya orang biasa mempunyai KEM 350-500 wpm. Ia biasa membaca 6 buah koran saat ia sarapan.
3.
Jimmy Carter termasuk orang terkenal di dunia
yang memiliki kemampuan membaca luar biasa. Ia memiliki kecepatan membaca
sekitar 2.000 kpm. Ia bersama istrinya
dikenal sebagai penggemar besar dari membaca buku dan mengikuti kursus membaca
cepat selama menjadi presiden di gedung putih. Selain menikmati membaca buku,
ia menjadi penulis terkenal sejak hari-harinya menjabat sebagai presiden.
Dengan
memperhatikan ketiga tokoh di atas, sudah sewajarnya bagi kita untuk
meneladaninya agar kita bisa mengikuti jejaknya menjadi orang yang sukses.
Yang menjadi permasalahan sekarang, masih
banyak orang yang melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat kemampuan
membaca. Soedarso dalam menjelaskan ada enam hal yang dapat menghambat
kecepatan membacca seseorang. Berikut dijelaskan hal-hal yang menjadi
penghambat dalam membaca cepat serta cara mengatasinya.
1)
Vokalisasi
Vokalisasi atau membaca dengan
bersuara sangat memperlambat membaca, karena dengan kata lain sama dengan
mengucapkan kata demi kata dengan lengkap. Cara menghilangkan kebiasaan itu dengan
melakukan tiupan bibir seperti bersiul ketika membaca dan meletakkan tangan di
leher utnuk mengecek apakah ada getaran suara atau tidak.
2)
Gerakan bibir
Orang dewasa yang meneruskan
kebiasaan ketika kecil, yaitu mengucapkan kata demi kata apa yang dibaca dengan
menggerakkan bibir. Menggerakkan bibir atau komat-kamit ketika membaca walaupun
tidak mengeluarkan suara sama lambatnya
dengan membaca bersuara. Kecepatan membaca dengan bersuara atau menggerakkan
bibir hanya seperempat dari kecepatan membaca secara diam. Usaha untuk
mengatasinya adalah dengan merapatkan bibir kuat-kuat, tekan lidah ke
langit-langit mulut.
3)
Gerakan kepala
Semasa kanak-kanak, penglihatan masih
sulit untuk menguasai penampang bacaan. Akibat yang timbul yaitu adanya gerakan
kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara
lengkap. Usaha yang harus dilakukan untuk menghindarinya, yaitu dengan meletakkan
tangan memegang dagu seperti memagang jenggot dan bila kepala bergerak, kita
akan tersadar lalu hentikanlah gerakan itu.
4)
Menunjuk dengan jari
Ketika belajar membaca, biasanya agar
kata yang diucapkan tidak terlewat maka dilakukan dengan bantuan jari atau
pensil untuk menunjuk. Namun sayangnya hal itu menjadi kebiasaan. Untuk
mengatasinya yaitu dengan kedua tangan memegang buku yang dibaca.
5)
Regresi
Dalam membaca, mata seharusnya
bergerak ke kanan utnuk menangkap kata-kata berikutnya. Akan tetapi, sering
mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa
kata sebelumnya. Hal itu dilakukan karena si pembaca kurang percaya diri,
karena kurang tepat menangkap makna.
Cara untuk mengatasinya ketika kurang percaya diri sendiri, yaitu dengan
terus saja membaca, nanti pasti akan ditemukan lagi hal yang diragukan itu,
dalam uraian berikutnya ataupun dalam pengulangan yang dilakukan dalam rincian
penulisan.
6)
Subvokalisasi
Subvokalisasi atau melafalkan dalam
batin/pikiran kata-kata yang dibaca juga dilakukan oleh pembaca yang
kecepatannya telah tinggi. Subvokalisasi
juga menghambat karena kita menjadi lebih memperhatikan bagaimana melafalkan
secara benar daripada berusaha memahami ide yang dikandung dalam kata-kata yang
kita baca itu. Menghilangkan kebiasaan membaca dengan melafalkan dalam batin
memang tidak mungkin, tetapi masih dapat diusahakan dengan melebarkan jangkauan
mata sehingga satu fiksasi mata dapat menangkap beberapa kata sekaligus dan
langsung menyerap idenya daripada melafalkannya.
Dengan menghilangkan kebiasaan tersebut, semoga kemampuan membaca cepat
bisa dimiliki. Karena pada dasarnya Khoo dalam Aniatul Hidayah mengungkapkan
bahwa mata dan otak mempunyai kemampuan untuk menyerap lebih dari 20.000 kata
per menit, tetapi kebanyakan orang membaca hanya dengan kecepatan 200 kata per
menit, kurang dari 1% kemampuan manusia sebenarnya. Jadi, teruslah berlatih membaca, membaca, dan
membaca untuk memiliki kemampuan membaca cepat!
Pustaka
Rujukan
Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan
Efektif. Bandung: Sinar Baru.
Hidayah, Aniatul. 2012. Membaca Super
Cepat. Jakarta: Laskar Aksara.
Harras, Kholid A. dan Lilis S.S..
1999. Membaca I. Jakarta: Universitas Terbuka.
Soedarso. 2001. Speed Reading: Sistem
Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar