Kamis, 18 Oktober 2012

Artikel


URGENSI MEMBACA CEPAT DAN CARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT
Oleh Aan Kartini, S.Pd.

Pendahuluan
Pada abad  informasi dan komunikasi yang serba cepat  ini manusia dituntut memiliki kemahiran membaca yang layak yakni pembaca yang efektif dan efesien. Hal tersebut perlu dimiliki agar pembaca dapat mengikuti laju perkembangan zaman.  Yang menjadi salah satu alasannya karena arus penyebaran informasi dewasa ini, baik di media cetak maupun di media elektronik, seperti lewat  jaringan internet, begitu pesat dan berjalan hampir tiada henti. Akibatnya, apabila seorang yang profesional tidak memiliki kemahiran membaca yang layak, ia akan ketinggalan zaman.
Mengenai dampak cepatnya arus informasi ini, Alvin Toffler, salah seorang  futuris  (ahli masa depan) kondang abad ini dalam Harras (1999: 3.1), mengatakan bahwa pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini batas antara hari ini dengan hari kemarin itu begitu tipis sekali. Secata tamsil, Toffler mengatakan kebenaran pada hari kemarin, tiba-tiba saja boleh jadi akan berubah fiksi pada hari ini. Semua itu terjadi diakibatkan banjirnya informasi yang sangat membludak.
Manfaat Membaca cepat
Melihat fenomena di atas, tidak salah apabila setiap insan berusaha untuk mempunyai kemampuan efektif membaca yang tinggi.  Sehingga orang tersebut bisa merasakan manfaat dari kemampuan membaca cepat yang dimilikinya.  Manfaat membaca cepat seperti yang dikutip Santoso dalam Aniatul Hidayah sangatlah beragam. Beberapa manfaat membaca cepat diantaranya:
1.         Dengan membaca kita dapat menangkap, menyerap dan menguasai informasi dengan cepat.
2.         Membaca cepat dapat meningkatkan kemampuan pemahaman kita terhadap bacaan.
3.         Menelusuri halaman buku atau bahan bacaan dalam waktu singkat.
4.         Tidak banyak waktu yang terbuang karena kita tidak perlu memperhatikan atau membaca bagian-bagian yang tidak penting dalam suatu bacaan.
Tokoh Inspiratif yang Mempunyai Kemampuan MEmbaca Cepat
Banyak tokoh inspiratif yang sukses karena membaca. Aniatul Hidayah mengatakan, Tokoh tersebut diantaranya:
1.         Theodore Roosevelt. Ia sangat suka membaca dan terus gemar membaca sepanjang hidupnya. Ia hanya tidur 4 atau 5 jam semalam. Ia akan duduk membaca atu bekerja saat keluarganya tidur. Karena membaca, Theodore bisa menjadi orang sukses. Ia juga termasuk salah satu orang terkenal di dunia yang bisa membaca cepat.
2.         John F. Kennedy memiliki kemampuan membaca yang mengagumkan. Ia dapat membaca dengan kecepatan sekitar 2.500 kpm (kata  per menit). Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa. Karena pada umumnya orang biasa mempunyai KEM 350-500 wpm.  Ia biasa membaca 6 buah koran saat ia sarapan.
3.         Jimmy Carter termasuk orang terkenal di dunia yang memiliki kemampuan membaca luar biasa. Ia memiliki kecepatan membaca sekitar 2.000 kpm.  Ia bersama istrinya dikenal sebagai penggemar besar dari membaca buku dan mengikuti kursus membaca cepat selama menjadi presiden di gedung putih. Selain menikmati membaca buku, ia menjadi penulis terkenal sejak hari-harinya menjabat sebagai presiden.
Dengan memperhatikan ketiga tokoh di atas, sudah sewajarnya bagi kita untuk meneladaninya agar kita bisa mengikuti jejaknya menjadi orang yang sukses.
 Yang menjadi permasalahan sekarang, masih banyak orang yang melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat kemampuan membaca. Soedarso dalam menjelaskan ada enam hal yang dapat menghambat kecepatan membacca seseorang. Berikut dijelaskan hal-hal yang menjadi penghambat dalam membaca cepat serta cara mengatasinya.
1)    Vokalisasi
Vokalisasi atau membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca, karena dengan kata lain sama dengan mengucapkan kata demi kata dengan lengkap.  Cara menghilangkan kebiasaan itu dengan melakukan tiupan bibir seperti bersiul ketika membaca dan meletakkan tangan di leher utnuk mengecek apakah ada getaran suara atau tidak.
2)    Gerakan bibir
Orang dewasa yang meneruskan kebiasaan ketika kecil, yaitu mengucapkan kata demi kata apa yang dibaca dengan menggerakkan bibir. Menggerakkan bibir atau komat-kamit ketika membaca walaupun tidak mengeluarkan suara  sama lambatnya dengan membaca bersuara. Kecepatan membaca dengan bersuara atau menggerakkan bibir hanya seperempat dari kecepatan membaca secara diam. Usaha untuk mengatasinya adalah dengan merapatkan bibir kuat-kuat, tekan lidah ke langit-langit mulut.
3)    Gerakan kepala
Semasa kanak-kanak, penglihatan masih sulit untuk menguasai penampang bacaan. Akibat yang timbul yaitu adanya gerakan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap. Usaha yang harus dilakukan untuk menghindarinya, yaitu dengan meletakkan tangan memegang dagu seperti memagang jenggot dan bila kepala bergerak, kita akan tersadar lalu hentikanlah gerakan itu.
4)    Menunjuk dengan jari
Ketika belajar membaca, biasanya agar kata yang diucapkan tidak terlewat maka dilakukan dengan bantuan jari atau pensil untuk menunjuk. Namun sayangnya hal itu menjadi kebiasaan. Untuk mengatasinya yaitu dengan kedua tangan memegang buku yang dibaca.
5)    Regresi
Dalam membaca, mata seharusnya bergerak ke kanan utnuk menangkap kata-kata berikutnya. Akan tetapi, sering mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya. Hal itu dilakukan karena si pembaca kurang percaya diri, karena kurang tepat menangkap makna.  Cara untuk mengatasinya ketika kurang percaya diri sendiri, yaitu dengan terus saja membaca, nanti pasti akan ditemukan lagi hal yang diragukan itu, dalam uraian berikutnya ataupun dalam pengulangan yang dilakukan dalam rincian penulisan.
6)    Subvokalisasi
Subvokalisasi atau melafalkan dalam batin/pikiran kata-kata yang dibaca juga dilakukan oleh pembaca yang kecepatannya telah tinggi.  Subvokalisasi juga menghambat karena kita menjadi lebih memperhatikan bagaimana melafalkan secara benar daripada berusaha memahami ide yang dikandung dalam kata-kata yang kita baca itu. Menghilangkan kebiasaan membaca dengan melafalkan dalam batin memang tidak mungkin, tetapi masih dapat diusahakan dengan melebarkan jangkauan mata sehingga satu fiksasi mata dapat menangkap beberapa kata sekaligus dan langsung menyerap idenya daripada melafalkannya.
Dengan menghilangkan kebiasaan tersebut, semoga kemampuan membaca cepat bisa dimiliki. Karena pada dasarnya Khoo dalam Aniatul Hidayah mengungkapkan bahwa mata dan otak mempunyai kemampuan untuk menyerap lebih dari 20.000 kata per menit, tetapi kebanyakan orang membaca hanya dengan kecepatan 200 kata per menit, kurang dari 1% kemampuan manusia sebenarnya.  Jadi, teruslah berlatih membaca, membaca, dan membaca untuk memiliki kemampuan membaca cepat!
Pustaka Rujukan
Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru.
Hidayah, Aniatul. 2012. Membaca Super Cepat. Jakarta: Laskar Aksara.
Harras, Kholid A. dan Lilis S.S.. 1999. Membaca I. Jakarta: Universitas Terbuka.
Soedarso. 2001. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar